CHAT Via WhatsApp

artikel

diposkan pada : 14-12-2020 14:46:09

Saat ini, pendidikan nasional sedang terancam. Krisis itu sendiri disebabkan oleh kualitas hasil pendidikan nasional itu sendiri. 1 Krisis yang melanda pendidikan nasional bukan hanya karena krisis keuangan, tetapi juga karena terganggunya arah kebijakan dan hilangnya kemudi. Oleh karena itu, reformasi pendidikan nasional merupakan prasyarat mutlak bagi krisis berkepanjangan bangsa Indonesia dan kehidupan rakyatnya.

Pada titik ini, publik dikejutkan oleh ketersediaan sejumlah kecil uang untuk mengubah pendidikan nasional untuk harga minyak dunia. Oleh karena itu, hal tersebut juga berpengaruh pada perbaikan subsistem pendidikan informal. Pendidikan informal meliputi kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan keaksaraan, pendidikan ketrampilan dan kejuruan, pendidikan keaksaraan, dan pendidikan lainnya yang bertujuan untuk pengembangan siswa.

Pendidikan informal bertujuan untuk mengembangkan kecakapan hidup untuk pembelajaran sepanjang hayat dengan meningkatkan pengetahuan, kecakapan, sikap dan nilai yang dapat dilakukan secara bertahap dan terstruktur dalam sistem yang fleksibel dan fungsional. 2. Salah satunya adalah pendidikan kesetaraan.

Pendidikan kesetaraan adalah pendidikan informal dengan standar kompetensi lulusan yang sama dengan sekolah formal, namun isi, konteks, metodologi, dan pendekatan untuk mencapai standar kompetensi tersebut lebih dapat diterapkan daripada yang terkait dengan masalah lingkungan. Memberikan konsep panduan tematik dan melatih pekerjaan dan kehidupan berorientasi bisnis secara mandiri. 3

Pendidikan kesetaraan meliputi Paket A untuk SD, Paket B untuk SMP, dan Paket C untuk SMA. Program ini ditujukan bagi siswa dari daerah kurang mampu yang tidak dapat bersekolah, putus sekolah, putus sekolah, dan usia produktif yang ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan hidupnya. Program ini juga membantu anggota masyarakat lainnya yang membutuhkan layanan khusus untuk memenuhi kebutuhan belajarnya sebagai akibat dari perubahan taraf hidup dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pengertian padanan spadan dalam efek sipil, skala, pengaruh, fungsi, dan status sebagaimana dijelaskan dalam UU No. Pasal 20, Pasal 26 ayat 3 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa “hasil pendidikan nasional melalui proses evaluasi yang setara oleh pemerintah atau pemerintah daerah yang ditunjuk dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Itu dapat dievaluasi setara dengan hasil program pendidikan formal. "

Saya sebutkan sebelumnya bahwa program Paket C yang setara dengan SMA adalah salah satu program pendidikan sederajat. Program ini diselenggarakan sebagai pengganti, pembinaan dan pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan seumur hidup dan pemerataan pendidikan. Pengertian, tujuan, fungsi, tempat belajar, warga belajar, penyuluh, kurikulum, waktu belajar, dan evaluasi belajar adalah sebagai berikut.

1. Pengertian Program Paket C setara SMA

Program Paket C setara SMA adalah program pendidikan lanjutan dari Paket B setara SLTP. Kurikulum dan Mata Pelajaran yang digunakn di SMA.6 Sedangkan pengertian Program Paket C dalam buku terbitan Direktorat Kesetaraan Program Paket C adalah program pendidikan menengah pada jalur nonformal setara SMA/MA bagi siapapun yang terkendala ke pendidikan formal atau berminat dan memilih Pendidikan Kesetaraan untuk ketuntasan pendidikan menengah. 7 Adapun Program Paket C ditujukan bagi warga masyarakat yang karena keterbatasan sosial, ekonomi, waktu, kesempatan dan geografi tidak dapat mengikuti pendidikan Sekolah Menengah Atas/ sederajat. Lulusan Pakect C berhak mendapatkan ijazah dan diakui setara dengan ijazah SMA. 8


2. Tujuan Program Paket C setara SMA

Adapun tujuan umum diselenggarakannya Program Paket C setara SMA menurut Juklak Program Pendidikan Kesetaraan adalah memberikan kesempatan belajar yang seluas-luasnya bagi masyakat putus sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sehingga memiliki kemampuan setara SMA dan dapat meningkatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinngi. Kemudian tujuan khususnya adalah (a) menigkatkan pengetahuan warga belajar untuk mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan dunia kerja, (b) meningkatkan kemampuan sikap dan prilaku warga belajar sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, ekonomi dan alam sekitarnya, (c) menigkatkan pengetahuan keterampilan dan kemampuan warga belajar untuk bekerja, usaha mandiri, serta memberikan peluang bagi yang memenuhi persyaratan dan ketentuan untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.9

Sedangkan Tujuan Program Peketa C dalam buku berjudul Acuan Rekruitmen Peserta Didik dan Tutor Pendidikan Kesetaraan yang tertuang dalam tujuan diselenggarakannya pendidikan kesetaraan adalah sebagai berikut :

a. Menjamin penyelesaian pendidikan dasar yang bermutu bagi anak yang kurang beruntung (putus sekolah, putus lanjut, tidak pernah sekolah), khususnya perempuan, minoritas etnik, dan anak yang bermukim di desa terbelakang, miskin, terpencil, atau sulit dicapai karena letak geografis, dan atau keterbatasan transportasi.

b. Menjamin pemenuhan kebutuhan belajar bagi semua manusia muda dan orang dewasa melalui akses yang adil pada program-program belajar dan kecakapan hidup.

c. Menghapus ketidak adilan gender dalam pendidikan dasar dan menengah.

d. Melayani peserta didik yang memerlukan pendidikan akademik dan kecakapan hidup secara fleksibel untuk meningkatkan mutu kehidupannya.10


3. Fungsi.

Program Paket C setara SMA fungsinya adalah memberikan Layanan yang berjenjang melalui jalur pendidikan Non formal bagi warga masyarakat yang tidak atau belum mendapatkan pelayanan pendidikan pada jenjag SLTA, memberikan peluang pada masyarakat yang telah menyelesaikan program Paket B setara SLTP dan telah menyelesaikan pendidikan setingkat SLTP serta lulusan MTs , yang tidak melanjutkan ke SLTA atau putus sekolah SLTA. Fungsi berikutnya memberikan bekal keterampilan untuk bekerja atau usaha mandiri.11


4. Pelaksanaan Program Paket C setara SMA.


a. Kurikulum.

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Kurikulum tingkat satuan Pendidikan Kesetaraan Program Paket C dikembangkan berdasarkan pada prinsip-prinsip : berpusat pada kehidupan, beragam dan terpadu, tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, menyeluruh dan berkesinambungan, dan prinsip belajar sepanjang hayat.12 Artinya kurikulum pendidikan kesetaraan program paket C lebih memuat konsep terapan, tematik dan berorientasi kecakapan hidup.

Kurikulum pada tingkat satuan pendidikan dan silabus Program Paket C setara SMA ditetapakan oleh Dinas yang bertanggung jawab di bidangnya, berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan kompetensi lulusan dan dikembangkan melibatkan pemangku kepentingan serta berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan Pendidikan Kesetaraan yang disusun oleh Badan Standarisasi Nasional Pendidikan.

Adapun mata pelajaran Paket C setara SMA di DKI Jakarta pada umumnya terdiri dari program pengajaran kelas I/kelas 10 (mahir 1), kelas II / kelas 11( mahir 2) dan kelas III / kelas 12 (mahir 2) adalah sebagai berikut :


1). Materi Pelajaran Kejar Paket C kelas I/ kelas 10 (mahir 1) terdiri dari :

a). Pendidikan Kewarganegaraan

b). Geografi

c). Bahasa dan Sastra Bahasa Indonesia

d). Sejarah Nasional Indonesia dan Sejarah Umum

e). Biologi.

f). Ekonomi

g). Fisika

h). Matematika

i). Bahasa Inggris

j). Kimia

k). Keterampilan


2). Materi Pelajaran Kejar Paket C kelas II / kelas 11 (mahir 2) terdiri dari :


Mata Pelajaran Jurusan IPS

a). Pendidikan Kewarganegaraan

b). Geografi

c). Bahasa dan Sastra Indonesia

d). Sejarah Nasional Indonesia dan Sejarah Umum

e). Ekonomi

f). Matematika

g). Bahasa Inggris

h). Sosiologi

i). Keterampilan

 

Mata Pelajaran Jurusan IPA

a). Pendidikan Kewarganegaraan

b). Bahasa dan Sastra Indonesia

c). Sejarah Nasional Indonesia dan Sejarah Umum

d). Biologi.

e). Fisika

f). Matematika

g). Bahasa Inggris

h). Kimia

i). Keterampilan

3). Materi Pelajaran Kejar Paket C kelas III / kelas 12 (mahir 2) terdiri dari :


Mata Pelajaran Jurusan IPS

a). Pendidikan Kewarganegaraan

b). Geografi

c). Bahasa dan Sastra Indonesia

d). Sejarah Nasional Indonesia dan Sejarah Umum

e). Ekonomi

f). Matematika

g). Bahasa Inggris

h). Sosiologi

i). Keterampilan


Mata Pelajaran Jurusan IPA

a). Pendidikan Kewarganegaraan

b). Bahasa dan Sastra Indonesia

c). Sejarah Nasional Indonesia dan Sejarah Umum

d). Biologi.

e). Fisika

f). Matematika

g). Bahasa Inggris

h). Kimia

i). Keterampilan

b. Tenaga Pendidik/Tutor.

Tutor pada Program Paket C setara SMA harus memiliki kalifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, juga memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman mengajar dalam bidang pendidikan kesetaraan/nonformal. Adapun Kompetensi seorang tutor meliputi kompetensi pedagogik dan andragogik (mengelola pembelajaran nonformal) , kompetensi kepribadian (berakhlak mulia dan menjadi tauladan), kompetensi profesional (menguasai materi pembelajaran) dan kompetensi sosial. (berkomunikasi dan bergaul secara efektif). 13

Tutor /Nara Sumber Teknis (NST) program Paket C diutamakan guru SLTA atau Aliyah dan masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kemampuan mengajar paket C sesuai dengan bidangnya, dan minimal berpendidikan S1.


c. Peserta didik/Warga belajar.

Warga belajar program Paket C setara SMA adalah warga masyarakat yang memenuhi persyaratan, antara lain : 1). Lulusan Paket B setara SLTP 2). Lulus SLTP/MTs, 3). Putus SLTA/MA, SMK/MAK, 4). Tidak menempuh sekolah formal karena pilihan sendiri, 5). Tidak dapat bersekolah karena berbagai faktor (waktu, geografi, ekonomi, sosial dan hukum dan keyakinan)


d. Sarana dan Prasarana.

1). Tempat Belajar.

Yang dapat menjadi tempat belajar program Paket C setara SMA adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Masjid, Gereja, Balai Desa, Pondok Pesantren, Kantor Organisasi Kemasyarakatan, dan tempat-tempat lainnya yang layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.


2). Administrasi.

Untuk keperluan kelancaran pengelolaan kelompok belajar diperlukan sarana administrasi sebagai berikut :

a) Papan Nama kelompok belajar

b) Papan struktur organisasi penyelenggara

c) Kelengkapan administrasi penyelenggaraan dan pembelajaran yang meliputi ; (1) Buku Induk warga belajar, tutor,dan tenaga kependidikan, (2) Buku daftar hadir warga belajar, tutor dan tenaga kependidikan, (3) Buku keuangan/Kas, (4) Buku Inventaris, (5) Buku agenda pembelajaran, (6) Buku laporan bulanan tutor, (7) Buku agenda surat masuk dan keluar, (8) Buku daftar nilai warga belajar, (9) Buku tanda terima Ijazah.


e. Pembiayaan.

Pembiayaan penyelenggaraan diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) , Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Swadaya masyarakat dan sumber dana lain yandak mengikat.


f. Penyelenggara/Tenaga Kependidikan.

Penyelengara program Paket C setara SMA adalah PNS dan Non PNS. Penyelenggara program Paket C sekurang-kurang terdiri atas pengelola kelompok belajar, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan dan tenaga laboran.

g. Waktu Belajar

Waktu belajar pada program Paket C setara SMA adalah fleksibel dengan alokasi waktu untuk kelas I/kelas 10 (mahir 1) adalah 1 tahun atau 969 jam, sedangkan untuk kela II/kelas 11 dan kelas III/kelas 12 (mahir 2) lama belajar 969 jam. 14 Adapun jadwal pelaksanaan belajar diatur bersama oleh tutor, warga belajar dan penyelenggara.


h. Evaluasi Belajar

Evaluasi belajar peserta didik (warga belajar) dilakukan oleh tutor untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta Paket C secara berkesinmabungan. Dalam evaluasi belajar tutor perlu menentukan kriteria keberhasilan, cara dan jenis penilaian yang sesuai dengan kompetensi dalam kurikulum. Evaluasi hasil belajar berorientasi pada :

1) Acuan/Patokan.

Semua kompetensi warga belajar dinilai menggunakan acuan kriteria berdasarkan pada indikator hasil belajar. Keberhasilan hasil belajar dibandingkan dengan kemampuan sebelumnya dengan kriteria pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan.

2) Ketuntasan Belajar.

Ketuntasan belajar ditetapkan dengan ukuran tingkat pencapaian kompetensi sebagai syarat penguasaan kompetensi lebih lanjut.

3) Multi Alat dan Cara Penilaian.

Evaluasi belajar dapat menggunakan alat test dan non-tes hal ini untuk memantau dan mendapatkan informasi kemajuan hasil belajar peserta didik secara otentik.

Proses penyetaraan hasil pendidikan kesetaraan Program Paket C setara SMA dilakukan melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Proses penilaian tersebut melalui Ujian Nasional, khususnya kelas III/kelas 12.